Semarak Adenium, Pesona Pohon Kuburan

Oktober 23, 2007 at 1:16 pm (Mistis)

8.jpgPOHON kamboja oleh masyarakat selalu dikaitkan dengan kuburan atau tempat pemakaman. Setiap makam akan selalu dihiasi dengan tumbuhnya pohon kamboja. Oleh sebab itu, ketika orang melihat bunga kamboja, kesan yang muncul adalah suasana kuburan.

Namun para penggemarnya lebih suka menyebut kamboja jepang dengan bahasa latin yaitu adenium. Memang, adenium bukan jenis kamboja yang banyak dijumpai di kuburan, namun keduanya sama-sama satu marga kamboja.

Kalau kamboja jepang hanya dikenal sebagai tanaman liar yang tumbuh di daerah panas, namun kini adenium menjadi semarak tanaman hias. Berbagai bentuk pohon dan bunganya lewat okulasi, memunculkan pesona pohon kuburan yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah, tidak bedanya dengan tanaman hias lainnya seperti bonsai.

Memang, bagi para pemain, istilah untuk penggemar dan pemulia adenium, kreativitas untuk menimbulkan pesona adenium cukup bervariasi, seiring dengan masuknya bunga impor itu.

Jenis bunga adenium itu sendiri beragam, dan semuanya cukup cantik dipandang. Lewat okulasi, seorang pemain adenium bisa memberikan nilai tinggi untuk tanaman yang dikenal berasal dari jasirah Afrika dan Arab itu.

Melihat karya para penggemar yang dipamerkan pada Semarak Kontes Adenium Solo 2005, pengunjung yang awam soal tanaman hias, langsung akan menyebut sebagai bonsainya adenium. Hampir semua bentuk yang ditampilkan para kontestan menyerupai bonsai. Penampilan bonggol yang merupakan akar pohon tak berkayu itu, memang mengesankan adanya pengerdilan tanaman.

“Sepintas memang begitu. Bedanya, kalau bonsai, jenis pohonnya bisa beragam, sedangkan adenium hanya satu jenis,” kata Sekretaris Panitia Kontes dan Bursa Adenium, Anton E Haryadi.

Acara itu digelar di bulevar Stadion Manahan selama 10 hari, dan berakhir Minggu (4/12) lalu.

Kecantikan adenium, tidak hanya penonjolan pada bonggol saja, tapi juga jenis bunga dan banyaknya ranting. Satu pohon adenium, bisa dibuat dengan lebih satu jenis bunga.

Bonggol

Oleh sebab itu, para kolektor lebih suka berburu kamboja jepang yang sudah berusia lanjut, meskipun juga menanamnya dari biji. Perburuan adenium berusia lanjut, sangat dimungkinkan munculnya keindahan bentuk bonggol. Baru kemudian di batangnya disambung dengan beraneka ragam warna serta bentuk bunga yang masih satu keluarga dengan adenium.

Tampaknya, kreativitas penciptaan para penggemar adenium tidak mandeg pada jenis itu. Di antara mereka, ada yang juga mulai merambah ke jenis Arabicum atau Euphorbia. Dua jenis itu banyak diburu dan dikoleksi. Bahkan dalam kontes di Stadion Manahan itu, yang keluar sebagai juara umum adalah tampilan jenis Arabicum.

Kriteria juara umum itu harus memenuhi tiga unsur, yaitu total, keunikan, dan prospek. Kriteria total berupa bentuk keseluruhan, meliputi keindahan batang dan bonggol, rimbunnya daun, serta indahnya bunga, dan keunikan lebih ditonjolkan pada bentuk bonggol; sedangkan prospek, pada harapan pertumbuhan pohon itu nantinya.

Menurut Anton, acara semarak adenium itu ternyata mampu mengundang sejumlah pemain nasional untuk berpartisipasi dalam hal dana kontes. Beberapa kontestan maupun peserta bursa, banyak yang berasal dari luar kota. Mereka cukup mempunyai nama, dan sering mengikuti kontes serupa di beberapa kota dan bertaraf nasional.

1 Komentar

  1. Agus said,

    Emang sy gw jg pernah denger klo pohon kamboja ntu identik dengan kuburan. Klo menurut ibu gw cerita dulu,,, he,,,,3x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: